PT Sany Perkasa di bawah naungan bendera Jimac Group belum lama ini merilis beberapa model terbaru SANY Excavator untuk pasar Indonesia...
PT Sany Perkasa di bawah naungan bendera
Jimac Group belum lama ini merilis beberapa model terbaru SANY
Excavator untuk pasar Indonesia, yakni SY55C, SY75C, SY135C, SY205C,
SY215C, SY365C dan SY465C dengan kapasitas mulai dari 5,5 ton hingga
46,5 ton. Model-model produk SANY Excavator yang perkenalkan kali ini
membidik semua segmen pasar mulai dari sektor infrastruktur,
pertambangan, perkebunan hingga perhutanan.
Benny Kurniajaya, Chairman PT Jakarta
International Machinery Centre (Jimac) mengungkapkan, salah satu
keunggulan dari semua jenis produk SANY Excavator adalah pemberian
garansi selama 1,5 tahun untuk semua tipe mulai dari jasa
garansi servis, suku cadang tanpa batas waktu dan jam pemakaian yang
tidak terbatas pula (unlimited hours).
Sementara untuk kapasitas 20 ton ke atas
diberi tambahan garansi selama 1,5 tahun lagi atau 10.000 jam untuk 10
komponen suku cadang. “Apa yang kita lakukan semata-mata memberikan
kepuasan dan pelayanan purna jual yang baik kepada para customer,” kata
Benny.
Selaku distributor tunggal produk-produk
SANY di Tanah Air, kerja sama antara Jimac Group dengan SANY Group
sudah berjalan selama tiga tahun. Benny mengatakan, respon pasar
terhadap produk-produk alat berat SANY sangat positif. “SANY Group
memiliki perwakilan penjualan dengan 90 dealer di seluruh dunia. Dalam
kurun waktu 3 tahun Jimac Group memasarkan produk SANY, populasi alat
berat SANY di Indonesia telah mencapai sekitar 600 unit,” ungkap Benny
dengan bangga.
Peluncuran beragam model SANY Excavator
tersebut mencerminkan kegairahan pertumbuhan pasar produk-produk SANY di
Indonesia. Benny menandaskan, Jimac Group merupakan dealer tercepat
dalam pemasaran alat berat SANY dan berada pada urutan keempat dunia.
Tingginya animo pemakai alat berat SANY di Indonesia tak lepas dari kecenderungan beralihnya pembeli alat berat bukan baru (used equipment) ke alat berat baru, karena harga alat berat bukan baru sangat mahal dan bahkan lebih mahal dari alat berat baru.
“Sementara alat berat baru merk SANY
bukan hanya kualitas yang teruji, tetapi juga harganya sangat kompetitif
dan memberikan garansi sampai dengan 2 tahun baik unit maupun suku
cadang. Itu sebabnya kami yakin pada tahun ini Jimac Group bisa
menduduki posisi dealer peringkat kedua di dunia,” tukas Benny berharap.
Bangun pabrik
Indonesia merupakan pasar utama
peralatan berat di kawasan Asia Tenggara. Meski pasar pertambangan
belakangan ini mengalami kelesuan, kebutuhan alat di sektor-sektor
lainnya tetap tumbuh. Buktinya, pabrikan-pabrikan alat dari berbagai
negara seperti Amerika, Eropa, Jepang, Korea dan China ramai-ramai
menggarap pasar Indonesia. Namun, pertumbuhan pasar itu harus didukung
oleh kondisi politik yang kondusif. Sebab itu, kalangan dunia usaha
berharap pemerintahan baru pasca Pilpres harus mampu menciptakan iklim
usaha yang kondusif dan menjamin kepastian hukum demi keamanan
berinvestasi di Indonesia.
Benny memaparkan, industri alat berat
tumbuh signifikan sejalan pesatnya pembangunan ekonomi di Indonesia,
khususnya di sektor infrastruktur, konstruksi, pertambangan dan
perkebunan. “Selama semester pertama tahun 2014 terjadi stagnasi karena
hiruk pikuk urusan politik. Namun, ke depan, siapa pun yang menjadi
presiden, Indonesia harus mampu menjadi leader bisnis alat berat dunia,” ucap Benny berharap.
Demi mendukung pemasaran produk-produk
SANY di Indonesia, SANY Group memutuskan untuk membangun pabrik dengan
nilai investasi sekitar US$ 200 juta, yang saat ini sedang dalam tahap
pengerjaan. Diperkirakan pembangunan pabrik ini selesai pada awal 2015.
“Pendirian pabrik itu didorong oleh
makin tingginya kebutuhan alat berat di Indonesia dan negara-negara
ASEAN,” tukas Benny. Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia saat ini
sedang gencar menggalakkan pembangunan infrastruktur dan hal itu memicu
pertumbuhan industri alat berat.
Pabrik yang dibangun SANY Group itu akan
dilengkapi dengan teknologi canggih. Benny mengatakan, aplikasi
teknologi canggih itu akan memberikan prospek yang positif bagi
perkembangan industri alat berat Indonesia ke depan sehingga menjadi
semakin kompetitif. Dan yang lebih penting dari itu, lanjut dia,
Indonesia akan menjadi negara produsen alat berat.
“Menjadi negara produsen alat berat
bukan saja mampu meningkatkan kepercayaan dunia internasional, tapi juga
menarik investasi asing ke dalam negeri,” tutup Benny. EQ
sumber : equipmentindonesiamagazine.com
